Breaking News
Loading...
Kamis, 28 Maret 2013

Souvenir Laku, Industri Pariwisata Kudus Maju


-Sutrasurga- Di samping untuk mendpatkan keuntungan yang banyak, souvenir juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan industri pariwisata. Namun sayangnya hal ini jarang terpikirkan oleh pebisnis muda yang kebanyakan memiliki mental instant dan hanya berorientasi pada laba semata.

Souvenir terbukti menjadi sarana yang paling efektif dalam mengenalkan tempat-tempat pariwisata. Contoh, kaos produksi dari Jogja yang berhasilmempromosikan tempat pariwisata Candi Borobudur dan Malioboro. Hanya dengan motif dan tulisan yang sederhana, seperti bertuliskan “I LOVE JOGJA”, “I LOVE BOROBUDUR”, “I LOVE MALIOBORO”, dan lain sebagainya.

Sangat disayangkan ketika melihat kota Kudus yang sejatinya terdapat banyak pengusaha baju dan kaos belum juga memanfaatkan peluang itu. Padahal, jika pengusaha-pengusaha baju dan kaos di Kudus berpikir lebih kreatif, maka akan tercipta produk baju dan kaos yang unik dan menjanjikan yang sekaligus dapat menunjang kemajuan industri pariwisata di Kota Kudus.

Di Kudus, terdapat tempat pariwisata Situs Purbakala “Patiayam” yang terletak di Desa Terban Jekulo Kudus. Tempat pariwisata itu sebenarnya sangat potensial untuk dijadikan aset industri pariwisata, sejak ditetapkannya sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah pada tanggal 22 September 2005. Bahkan Purbakala “Patiayam” menjadi salah satu situs terlengkap. Namun sayangnya, tidak banyak orang yang mengenal keberadaan situs purbakala ini. Bahkan warga Kudus sendiri belum banyak yang mengetahuinya. Hal ini kemudian dijadikan salah satu alasan bagi para pengusaha baju dan kaos di Kota Kudus untuk tidak memproduksi baju dan kaos khas pariwisata Situs Purbakala “Patiayam”.

Dalam hal ini, memang ada dua sudut pandang yang berbeda. Ada yang beranggapan bahwa kaos khas pariwisata tersebut cepat laku karena tempat pariwisatanya ramai dikunjungi oleh banyak orang. Namun sebenarnya kedua hal ini saling berkaitan dan berkorelasi positif.

Jika souvenir khas pariwisata Situs Purbakala Patiayam banyak terjual, Situs Purbakala Patiayam pun ikut ramai, dan jika Situs Purbakala Patiayam ramai, kaos dan baju khas pariwisata Situs Patiayam pun berpotensi terjual dengan angka yang lebih tinggi. Jadi, yang harus ditekankan disini adalah upaya “menjual” souvenir berupa kaos atau baju khas pariwisata Situs Patiayam, bukan “menunggu” lokasi wisata ramai, lalu baru terpikirkan memproduksi souvenir khas berupa kaos dan baju khas pariwisata Situs Patiayam. Toh keduanya saling berkaitan.

Jika Jogja memilih Borobudur dan Malioboro sebagai ikon dalam baju atau kaos yang mereka produksi, Situs Purbakala Patiayam juga memiliki ikon tersendiri, yakni Stegodon trigonochepalus (gajah purba). Dengan membuat gambar Stegodon trigonochepalus dalam kaos atau baju yang menjadi ciri khas Situs Purbakala Patiayam itu pun dapat menjadi daya terik tersendiri bagi wisatawan Kota Kudus. Inilah yang menjadikan usaha ini dinilai sangat prospektif. Apalagi sampai sekarang belum ada yang memproduksi kaos khas pariwisata Situs Purbakala Patiayam sebagai souvenir Kota Kudus.

Minimnya kepekaan terhadap peluang-peluang bisnis ini memang sangat memprihatinkan. Banyak pebisnis pemula (pemuda) yang lebih melirik bisnis yang terlihat instant. Seperti bisnis periklanan (advertising) di media online dengan sistem paid per click, yang artinya kita akan dibayar setiap ada orang yang mengklik iklan yang kita tampilkan melalui blog atau website kita. Banyak buku dan artikel di dunia maya meng-iming-imingi “cepat kaya” dengan bisnis semacam itu. Sepintas memang terlihat lebih mudah, karena untuk mendapatkan penghasilan kita hanya perlu menjadi publisher iklan yang dapat dilakukan dengan website atau blog gratisan. Namun sebenarnya menekuni bisnis tersebut juga membutuhkan perjuangan yang besar. Kita harus memenangkan pertarungan seo blog atau website, agar kita memiliki banyak pengunjung. Ada jutaan pesaing di luar sana yang memperebutkan kedudukan teratas dalam search engine. Itu pun jika pengunjung tersebut mengklik iklan, jika tidak, maka publisher pun tidak akan mendapatkan bayaran.

Selain itu, ada juga jenis bisnis yang menawarkan bayaran setiap klik iklan yang kita lakukan (paid to click). Ini sangat merugikan bagi generasi muda. Bisnis semacam ini dapat mematikan jiwa kewirausahaan generasi muda. Karena dengan bisnis semacam ini dapat membentuk mindset atau pola pikir yang mengatakan “mendapatkan keuntungan itu semudah mengklik iklan”. Padahal jika dibandingkan dan dikalkulasi lebih teliti, waktu dan biaya yang kita perlukan untuk mengklik dengan bayaran yang diberikan pun tidak sepadan.

Ide untuk memproduksi kaos dan baju khas tempat pariwisata Situs Purbakala Patiayam dapat menjadi solusi alternatif bagi pebisnis muda dalam menghadapi bisnis-bisnis instant di atas. Banyak tenaga ahli yang memproduksi baju. Yang menjadi sorotan terpenting adalah masalah desain baju. Adalah sebuah tantangan tersendiri bagi generasi muda untuk dapat membuat desain baju dan kaos dengan ikonnya Stegodon trigonochepalus se-apik mungkin. Namun itu sebenarnya juga tidak menjadi kendala utama. Di Kudus, para pelajar SMA dan SMP sederajat bahkan sudah terbiasa membuat desain baju untuk komunitas mereka. Maka tidak diragukan lagi, jika bisnis ini layak dan harus dikembangkan di Kota Kudus.

Objek desain baju dan kaosnya pun sebenarnya bisa lebih bervariasi, yakni dengan membuat objek desain lain berupa fosil hewan-hewan purba yang di temukan di Patiayam. Seperti, Elphas sp, Rhinoceros sondaicus, Bos Banteng, Crocodilus sp, Ceruus zwaani, Ydekkeri martim, Corvidae, Chelonidae, Suidae, Hipopotamidae, dan lain sebagainya.

Ide bisnis ini dapat pula diterapkan dalam tempat-tempat pariwisata Kota Kudus yang lainnya, seperti menara Kudus dan Masjid Al-Aqsha, Air Terjun Montel, atau tempat pariwisata selain di Kota Kudus.

Dua keuntungan akan didapatkan dengan ide ini. Pertama, dapat menciptakan produk berupa saouvenir yang menjanjikan keuntungannya. Kedua, dapat berperan serta memberikan kontribusi terhadap kemajuan industri pariwisata.



artikel pariwisata pengertian pariwisata tempat pariwisata arti pariwisata pariwisata jawa barat pariwisata sumatera utara pariwisata jawa tengah definisi pariwisata

artikel pariwisata pengertian pariwisata tempat pariwisata arti pariwisata pariwisata jawa barat pariwisata sumatera utara pariwisata jawa tengah definisi pariwisata
artikel pariwisata pengertian pariwisata tempat pariwisata arti pariwisata pariwisata jawa barat pariwisata sumatera utara pariwisata jawa tengah definisi pariwisata
artikel pariwisata pengertian pariwisata tempat pariwisata arti pariwisata pariwisata jawa barat pariwisata sumatera utara pariwisata jawa tengah definisi pariwisata

artikel pariwisata pengertian pariwisata tempat pariwisata arti pariwisata pariwisata jawa barat pariwisata sumatera utara pariwisata jawa tengah definisi pariwisata
artikel pariwisata pengertian pariwisata tempat pariwisata arti pariwisata pariwisata jawa barat pariwisata sumatera utara pariwisata jawa tengah definisi pariwisata
artikel pariwisata pengertian pariwisata tempat pariwisata arti pariwisata pariwisata jawa barat pariwisata sumatera utara pariwisata jawa tengah definisi pariwisata

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer